25 November 2008

Dibalik Perkataan si Udin


Di sebuah warung makan datanglah Udin kemudian bercakap-cakap dengan pemilik warung Bu Titik namanya.
Udin : (sambil tersenyum) "Bu, tahu nggak Aku ini walau bekerja hanya sebagai pesuruh, gajiku lebih besar dari pada Pak Lurah"
Bu Tik : (keheranan) "Lho, Kok bisa ??"
Udin : "Lho ya pasti bisa, dong !"
Bu Tik : "Mana mungkin kamu punya gaji lebih tinggi dari Pak lurah, kamu kan seorang pesuruh"
"Ya udah jelasin !"
Udin : "Ya udah aku jelasin" (serius)
"Biasanya habis nganterin permintaannya pak lurah aku diberi nasi kotak, gitu !"
Bu Tik : (Tersenyum lucu)
"Din, nasi kotak itu harganya cuma 5000. Gaji tinggi dilihat dari mana ?"
Udin : "Jangan salah...Aku kan tadi bilang besar"
"Besar mana nasi kotak dengan selembar uang ?"
"Kemudian besar mana pengabdian tulus ikhlas dengan pengabdian karena lembaran-lembaran uang ?"
Bu Tik : "Oh...aku ngerti maksudmu ?"

"Kamu ingin dihargai atas pekerjaan berpuluh-puluh tahun jadi pesuruh"

Udin : "Lho Ibu dah tahu, to !"
(Udin tersenyum karena maksud dan keinginannya akan tercapai)
Bu Tik : (dengan nada tegas) "Sudah, ngomong aja kalau kamu mau ngutang makan lagi !"
Udin : "Ehh...iya, Bu ! Maaf ya, Bu !"
(Meyakinkan) "Besok kalau aku punya uang tak bayar semua utangku"
Bu Tik : "Iya, tapi kapan ?" (dengan sedikit marah).

Sebelumnya
Selanjutnya

Saya adalah seorang penggiat di dunia pendidikan. Konsentrasi saya sekarang ialah dalam hal teknologi pendidikan dan pendidikan geografi. Saya sangat suka dalam menciptakan karya, baik berupa tulisan maupun media pembelajaran.

1 komentar:

Saya ucapkan terima kasih sudah mengunjungi dan membaca tulisan di website kami. Kami selalu mengharapkan sebuah saran dan kritik yang membangun. Terima kasih.