7 September 2010

Kaskus Itu Mirip Kehidupan Sosial Masyarakat Indonesia (The Litle Social Society Of Indonesia)

Kaskus Itu Mirip Kehidupan Sosial Masyarakat Indonesia (The Litle Social Society Of Indonesia)


Indonesia adalah sebuah negara dengan jumlah suku terbesar didunia, yakni sekitar 300 suku bangsa yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Semua suku tersebut pastilah memiliki perbedaan dan persamaan diantara mereka, atau bahkan berbeda sama sekali. Perbedaan tersebut terletak pada karakteristik kehidupan mereka, mulai dari pakaian, makanan, sampai dengan hukum adat. Ada beberapa hipotesa tentang mengapa setiap suku bangsa di Indonesia memiliki bentuk kebudayaan yang berbeda. Salah satunya adalah karena perbedaan karakteristik wilayah (yang meliputi keadaan fisik alam, sumberdaya, dsb) pada daerah - daerah di Indonesia yang memang beragam jenisnya dan dipisahkannya wilayah Indonesia oleh lautan sehingga menjadi negara kepulauan. Wilayah Indonesia yang memiliki karakteristik bermacam – macam tentu saja memiliki keterkaitan terhadap pembentukan kebudayaan di tiap – tiap daerah (Pulau), karena perbedaan fisik bumi seperti sumberdaya alam, dan sebagainya dapat membuat perbedaan perlakuannya terhadap alam yang mereka tempati. Dapat diambil contoh, antara Pulau Jawa dan Kalimantan memiliki perlakuan yang berbeda soal pengelolaan lahan, di Jawa lahan lebih tepat digunakan untuk Pertanian sedangkan Kalimantan untuk perkebunan, oleh sebab itu di Jawa banyak masyarakatnya yang memilih bekerja sebagai petani, dan masih banyak lagi yang lainnya hal – hal yang dapat mempengaruhi pola pikir seseorang sehingga dapat membentuk sebuah kebudayaan.

Kebudayaan masyarakat dapat dicerminkan oleh kehidupan sosial yang juga dibentuk oleh keseluruhan proses dari adaptasi lingkungan, karena sebenarnya kebudayaan berasal dari sumberdaya alam yang membentuk sumberdaya manusia kemudian sumberdaya manusia membentuk sumberdaya buatan atau sumberdaya budaya atau yang lebih kita kenal dengan kebudayaan. Kebudayaan yang berbeda pasti memiliki kehidupan sosial yang berbeda pula, misalnya cara bicara orang Sunda dengan orang Jawa yang sebenarnya dari satu sumber kebudayaan saja sudah sangat berbeda, mulai dari logat, bahasa yang dipakai, dan sebagainya. Hal itu dapat Anda amati di kehidupan langsung atau untuk saat ini ada yang lebih populer yakni disebuah Social Network (Jejaring Sosial) KASKUS, yang menjelma menjadi sebuah lingkungan untuk berinteraksi dan bukan hanya sebagai komunitas belaka. Nah, apa yang bisa dilihat dari kaskus mengenai kehidupan sosial masyarakat Indonesia ? Yang jelas suata kehidupan sosial tidak terlepas dari interaksi antar anggota yang dapat dicerminkan oleh perkataan tiap – tiap penggunanya lewat tulisan yang mereka buat. Tidak begitu jelas memang kalau kita amati jika tulisan dapat menandakan darimana ia berasal, sebab mereka semua menggunakan Bahasa Indonesia dan bukan menggunakan bahasa daerah (Yang pasti kalau menggunakan bahasa daerah banyak yang tidak paham, khususnya orang dari suku lain) namun kalau lebih teliti dan lebih cermat lagi kita bisa mengamati gaya bahasa seseorang yang mencirikan asal daerahnya. Tetapi yang pasti Kaskus dapat disebut Kehidupan Sosial Masyarakat Indonesia Mini (The Litle Social Society of Indonesia), memopulernya Internet di Indonesia sehingga tidak dapat dipungkiri lagi banyak masyarakat Indonesia yang sering menggunakan fasilitas – fasilitas yang ada di Internet, termasuk Kaskus. 

Fenomena kehidupan sosial yang ada di Kaskus yang sering kita temui adalah sikap saling membantu (biasanya bagi – bagi pengalaman, atau yang paling ditunggu adalah bagi – bagi cendol atau bintang), dan sikap yang bersifat positif lainnya. Selanjutnya di Kaskus juga ada sikap yang suka, tidak suka, marah, senang, dan sebagainya dari tiap pengguna atau anggotanya. Layaknya kehidupan sosial dalam kehidupan nyata di Kaskus ada yang sifatnya antagonis, misalnya ada yang jahil, jahat (Lebih tepat kalau disebut Nakal), dan ada pula yang bersikap negatif. Jadi, pengguna Kaskus yang heterogen dapat menciptakan layaknya kehidupan sosial seperti yang ada dilingkungan sebenarnya.

Sebelumnya
Selanjutnya

Saya adalah seorang penggiat di dunia pendidikan. Konsentrasi saya sekarang ialah dalam hal teknologi pendidikan dan pendidikan geografi. Saya sangat suka dalam menciptakan karya, baik berupa tulisan maupun media pembelajaran.

0 komentar:

Saya ucapkan terima kasih sudah mengunjungi dan membaca tulisan di website kami. Kami selalu mengharapkan sebuah saran dan kritik yang membangun. Terima kasih.