14 April 2016

Teknologi Pendidikan: Bagaimana Kerja dan Perannya Bagi Pendidikan ?

      Hadirnya teknologi pendidikan membawa energi baru dalam menyongsong pendidikan Indonesia yang lebih baik. Jika bertanya mengenai apa arti penting kehadiran teknologi pendidikan untuk indonesia serta sumbangsih teknologi pendidikan untuk memajukan pendidikan indonesia, maka terlebih dahulu harus dilihat bagaimana kerja dari teknologi pendidikan. Jika mengikuti definisi teknologi pendidikan dari AECT tahun 1994 yang masih menyebut dengan teknologi pembelajaran, maka definisinya ialah teori dan praktik dalam desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan serta evaluasi proses dan sumber untuk belajar (Seels, Barbara B. & Richey, Rita C,  1994:1). Definisi teknologi pendidikan tahun 1994 tersebut memberikan paradigma bahwa teknologi pendidikan melakukan banyak hal dalam rangka mendukung terlaksananya sebuah proses pembelajaran yang baik, meliputi proses desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan serta evaluasi. Kelima hal tersebut merupakan bidang garapan teknologi pendidikan dalam rangka meningkatkan prestasi belajar.

Gambar. 5 (Lima) Kawasan Teknologi Pembelajaran/ Pendidikan

    Kelima kawasan tersebut tidak dapat bekerja secara independen. Hal tersebut berarti bahwa kelima kawasan tersebut merupakan satu kesatuan yang saling mempengaruhi satu sama lain dan dilaksanakan berdasarkan teori dan praktik. Keterkaitan antara satu kawasan dengan kawasan yang lain secara sederhana dijelaskan seperti berikut.
1. Desain (Design)
      Kegiatan atau kawasan desain dalam hal ini berupa mendesain sistem pembelajaran, mendesain pesan, mendesain strategi pembelajaran, serta melihat karakteristik pebelajar. Kawasan desain menjadi hal pertama yang perlu dilakukan sebelum kegiatan lain dilaksanakan sebab dalam kawasan inilah segala hal atau program yang akan dibuat atau dilaksanakan tersebut dirancang. Kawasan desain juga akan menjadi acuan atau patokan dalam pembuatan program tersebut. Seperti halnya dalam mendesain sistem pembelajaran dan mendesain pesan, maka terlebih dahulu perlu diketahui siapakah yang akan menggunakan desain tersebut. Dengan demikian perlu dilihat pula bagaimana karakter dari pengguna program yang dirancang tersebut. Pengguna program yang dimaksud dalam hal ini ialah pebelajar. Karakteristik pengguna atau pebelajar tersebut sangat menentukan bagaimana program tersebut dirancang agar sesuai dengan kebutuhan pengguna tersebut.
2. Pengembangan (Development)
     Kegiatan atau kawasan pengembangan merupakan aktifitas yang dilakukan setelah kegiatan desain. Segala hal yang telah dibuat atau disusun dalam tahap desain akan diwujudkan dalam kegiatan pengembangan. Tahap pengembangan dilakukan dengan mengikuti langkah - langkah pengembangan yang telah ditetapkan pada kawasan desain. Langkah  atau tahapan pengembangan tersebut biasanya juga mengikutsertakan serangkaian uji coba berupa uji kelayakan dan uji efektifitas produk/program. Hasil dari kegiatan pengembangan ialah berupa produk yang layak dan siap untuk digunakan. 
3. Pemanfaatan (Utilization)
     Kegiatan atau kawasan pemanfaatan dapat dilakukan terhadap produk yang dihasilkan dari pengembangan atau bukan dari kegiatan pengembangan sebelumnya. Pada kegiatan pemanfaatan lebih difokuskan pada bagaimana sebuah produk digunakan dan disebarluaskan. Lebih lanjut lagi pada kegiatan pemanfaatan terdapat proses pelembagaan yang berfungsi untuk memasukkan segala kegiatan pembelajaran dalam sebuah organisasi atau lembaga, termasuk membuat kebijakan dan regulasi terhadap penggunaan produk atau kegiatan pembelajaran. Tujuannya ialah kegiatan pemanfaatan dari hasil pengembangan tersebut akan teratur dan tepat.
4. Pengelolaan (Management)
     Terdapat empat kategori dalam kawasan pengelolaan yaitu pengelolaan proyek, pengelolaan sumber, pengelolaan sistem penyampaian, dan pengelolaan informasi. Kegiatan pengelolaan dapat didasarkan pada kegiatan pemanfaatan artinya berbagai perangkat pembelajaran yang telah didesain berupa sistem pembelajaran, strategi pembelajaran, atau pesan perlu dikelola agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
5. Evaluasi (Evaluation)
       Sedangkan kawasan atau kegiatan yang terakhir ialah evaluasi. Kegiatan evaluasi didasarkan pada proses yang berlangsung dalam kesuluruhan proses meliputi desain, pengembangan, pemanfaatan, dan pengelolaan. Penilaian mulai dengan analisis masalah. evaluasi langkah yang penting dalam pengembangan dan penilaian aktivitas pembelajaran karena tujuan dan segala hambatan ketika pelaksanaan suatu program pembelajaran dijelaskan pada tahap ini.

Peningkatan Performa Pembelajaran
      Semua kegiatan dalam kawasan atau kegiatan tersebut didasarkan pada teori serta praktik tentang bagaimana mengaplikasikannya. Jika segala aktivitas pembelajaran dikaji menggunakan kelima kawasan tersebut maka akan ada peningkatan kemampuan (performance). Proses pembelajaran, sistem pembelajaran, dan sumber belajar merupakan obyek dilaksanakan kelima kawasan tersebut. Ujung dari keseluruhan dari kerja teknologi pendidikan tersebut diperuntukkan bagi pembelajaran serta untuk meningkatkan performa atau kemampuan dari pebelajar atau dalam hal ini dapat dikatakan sebagai hasil belajar.
Sumbangan Teknologi Pendidikan
     Berdasarkan penjelasan tersebut diatas maka cukup jelas problema pendidikan yang terjadi di Indonesia perlu ditangani serius melalui kerja teknologi pendidikan. Pemecahan masalah tersebut dapat dimulai dari proses evaluasi untuk melihat kesenjangan antara kenyataan dan tujuan yang diinginkan. Akhir dari kegiatan evaluasi akan menghasilkan kebijakan yang perlu dilakukan sebagai tindak lanjut dari setiap permasalahan yang ditemukan. Oleh sebab itu, dalam banyak kasus munculnya berbagai sekolah alternatif dan masyarakat belajar. Kedua hal tersebut merupakan salah satu kerja teknologi pendidikan ketika seseorang menangkap sebuah ketidakidealan pendidikan di Indonesia serta keinginan mewujudkan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini dan di masa yang akan datang.
      Terkait tuntutan global dalam dunia pendidikan, seperti pendidikan sepanjangan hayat, kondisi obyektif pendidikan di Indonesia, perkembangan teknologi, tumbuhnya masyarakat belajar, pendidikan alternatif, kondisi obyektif luas wilayah indonesia serta pertumbuhan penduduk, maka melalui kerja teknologi pendidikan dengan berdasarkan kelima kawasan atau bidang garapan tersebut di atas maka bukan sebuah keniscayaan pendidikan Indonesia akan memenuhi dan melampaui tuntutan – tuntutan tersebut. Secara umum, sumbangan kerja teknologi pendidikan untuk menindaklajuti berbagai tuntutan tersebut ialah teknologi pendidikan akan menghasilkan proses pembelajaran yang bernilai tambah, sumber – sumber belajar yang dapat dihasilkan dan digunakan, serta sistem pembelajaran yang dapat menghasilkan komposisi antara proses pembelajaran dan sumber belajar yang tepat. Sedangkan secara khusus, kerja teknologi pendidikan melalui kelima bidang garapannya akan menciptakan proses pembelajaran yang dapat mengatasi berbagai masalah belajar dan meningkatkan kinerja dan hasil belajar, sumber – sumber belajar yang dapat membantu proses belajar melalui pesan, orang (sumberdaya manusia), bahan, alat, teknik, dan lingkungan. Selain itu kerja teknologi pendidikan secara khusus akan menciptakan sistem pembelajaran yang tepat melalui filosofi sistem, teori sistem, berpikir sistem, dan pendekatan sistem.



Referensi :
Pritchard, Alan. (2009). Ways of Learning: Learning Theories and Learning Styles in The Classroom. London: Routledge
Seels, Barbara B. & Richey, Rita C. (1994). Teknologi Pembelajaran : Definisi dan Kawasannya. (Terjemahan Dra. Dewi S. Prawiradilaga, M.Sc., Drs. Raphael Rahardjo, M.Sc., & Prof. Dr. Yusufhadi Miarso, M.Sc.). Washington DC: AECT




Sebelumnya
Selanjutnya

Saya adalah seorang penggiat di dunia pendidikan. Konsentrasi saya sekarang ialah dalam hal teknologi pendidikan dan pendidikan geografi. Saya sangat suka dalam menciptakan karya, baik berupa tulisan maupun media pembelajaran.

0 komentar:

Saya ucapkan terima kasih sudah mengunjungi dan membaca tulisan di website kami. Kami selalu mengharapkan sebuah saran dan kritik yang membangun. Terima kasih.