4 November 2016

E-Learning (Bagian 2): Pembuatan dan Instalasi

Gambar. E-Learning

Pada kesempatan ini kita akan membahas mengenai pembuatan e-learning berbasis web yang memanfaatkan LMS atau Learning Management System. LMS adalah perangkat lunak yang digunakan untuk menyampaikan materi pembelajaran dan sumber belajar secara online berbasis jaringan, mengelola kegiatan pembelajaran serta hasil – hasilnya, memfasilitasi interaksi, komunikasi, kerjasama antara pengajar dan peserta didik (Herman Dwi Surjono, 2013:6). LMS memberikan fasilitas kepada pengguna berupa berbagai kegiatan atau aktivitas untuk mendukung proses pembelajaran, seperti administrasi, penyampaian materi pembelajaran, penilaian, pemantauan, dan komunikasi/interaksi.

Piranti lunak atau software LMS atau platform e-learning cukup bervariasi, mulai dari yang berbayar hingga gratis (open source). Salah satu LMS atau platform yang bersifat open source ialah Moodle (Modular Object-Oriented Dynamic Learning Environtment). Moodle merupakan sistem pengelolaan pembelajaran yang cukup lengkap dalam menyediakan berbagai fasilitas untuk menunjang pelaksanaan pembelajaran. Pembuatan dan pengelolaan Moodle pada dasarnya cukup mudah, pengguna atau pengelola hanya perlu menambahkan atau mengurangi beberapa komponen atau fitur sesuai kebutuhan. Pengguna atau pengelola tidak memerlukan keahlian khusus dalam hal programing untuk dapat mengoperasikan atau menggunakan e-learning. Moodle dapat diperoleh secara gratis di http://moodle.org. Moodle menyediakan software, selain itu juga menyediakan berbagai theme yang dapat diterapkan dan dikostumisasi sehingga e-learning yang dibuat akan lebih menarik.
Instalasi Moodle dapat bersifat offline atau online. Instalasi yang bersifat offline dilakukan jika e-learning yang akan dibuat hanya untuk latihan sehingga tidak perlu diakses secara luas terlebih dahulu. Instalasi yang bersifat online dapat dilakukan jika e-learning memang benar – benar ingin disebarluaskan atau dapat diakses secara bebas. Meskipun demikian, kami sangat merekomendasikan untuk langsung menginstal Moodle secara online walaupun mungkin Anda masih tahap belajar. Hal tersebut tidak menjadi masalah karena instalasi Moodle secara online lebih ringkas dan mudah jika dibandingkan secara offline. Namun demikian, perlu diketahui bahwa instalasi Moodle secara online memerlukan sebuah Web Hosting sehingga sebelum melakukan instalasi Moodle, Anda harus menyiapkan sebuah Web Hosting terlebih dahulu baik yang sifatnya berbayar ataupun gratis. Untuk lebih mempermudah menentukan instalasi e-learning berbasis Moodle, maka kami berikan beberapa pilihan cara dalam menginstal Moodle seperti berikut ini.
1.       Instalasi Moodle melalui web hosting
Instalasi moodle melalui web hosting dapat dilakukan jika kita sudah memiliki  web hosting. Web hosting dapat diperoleh secara gratis namun biasanya penyedia layanan gratis memiliki beberapa keterbatasan dalam pelayanannya. Hal penting yang harus diketahui bahwa e-learning menggunakan Moodle dalam pengoperasiannya memerlukan lalu lintas jaringan yang cukup tinggi sehingga akan berakibat pada beban server yang cukup besar. Jika menggunakan penyedia layanan web hosting gratis, maka Anda harus bersiap – siap jika suatu saat e-learning Anda akan dihapus karena dianggap menggunakan lalu lintas data yang terlampau tinggi. Namun, jika hanya Anda sendiri yang mengakses maka kemungkinan hal tersebut tidak akan terjadi. Penyedia layanan hosting yang bersifat gratis salah satunya ialah IdHostinger (https://www.hostinger.co.id). Setelah Anda mendaftar serta memperoleh domain dan hosting, maka Anda akan dapat menginstal Moodle yang sudah disediakan oleh penyedia layanana web hosting tersebut.
Langkah – langkah dalam instalasi Moodle melalui web hosting secara lebih rinci dapat Anda lihat dalam Modul Pelatihan E-Learning yang sudah kami susun berikut ini.
2.       Instalasi Moodle melalui penyedia atau provider
Penyedia layanan Moodle juga dapat digunakan untuk membuat sebuah e-learning. Salah satu penyedia Moodle secara gratis ialah Gnomio (www.gnomio.com). Pembuatan e-learning melalui penyedia tersebut relatif sangat mudah karena hanya memasukkan nama alamat e-learning yang diinginkan, kemudian jika alamat tersebut tersedia maka langkah selanjutnya tinggal melakukan proses registrasi lebih lengkap dan e-learning Anda siap digunakan. Namun sekali lagi, penyedia layanan gratis pasti selalu punya kelemahan diantaranya ialah memiliki tenggang waktu penggunaan sehingga jika Anda tidak aktif selama beberapa waktu maka penyedia akan menghapus e-learning yang sudah Anda buat, dan yang selanjutnya ialah munculnya beberapa iklan yang menurut beberapa pengguna dirasa cukup mengganggu mata dan kenyamanan secara estetika.

3.       Instalasi Moodle secara offline
Instalasi Moodle secara offline sebenarnya kurang direkomendasikan karena terkait tingkat keberhasilan dalam instalasinya. Meskipun demikian, Instalasi Moodle secara offline masih patut untuk dicoba terlebih bagi Anda yang memiliki dukungan koneksi internet yang cukup terbatas. Konsep instalasi Moodle secara offline ialah kita harus membuat sebuah ekosistem jaringan dalam komputer sehingga sistem komputer kita akan dapat menjalankan e-learning sebagaimana e-learning pada sistem jaringan atau web bekerja. Instalasi Moodle secara offline menggunakan piranti lunak XAMPP dan Moodle yang dapat diperoleh melalui http://moodle.org. XAMPP adalah paket program web server open source yang berisi Apache web server, MySQL database, dan PHP serta Perl. Apache adalah web server yang memungkinkan kita mengeksplor komputer (localhost) menggunakan web browser seperti IE atau Firefox melalui ftp atau http. MySQL adalah database manager yang berguna untuk mengelola data. PHP adalah bahasa script yang dapat memanipulasi informasi dalam database.
Langkah – langkah dalam instalasi Moodle secara offline secara lebih rinci dapat Anda lihat dalam Modul Pelatihan E-Learning yang sudah kami susun berikut ini.

Demikian artikel atau tutorial mengenai pembuatan dan instalasi e-learning pada kesempatan ini. Artikel atau tutorial e-learning selanjutnya akan membahas tentang pengelolaan e-learning berbasis Moodle. Terima kasih sudah membaca, sampai jumpa di tulisan kami berikutnya.


Referensi:
Herman Dwi Surjono. (2013). Membangun course e-learning berbasis moodle. Yogyakarta: UNY Press

Sebelumnya
Selanjutnya

Saya adalah seorang penggiat di dunia pendidikan. Konsentrasi saya sekarang ialah dalam hal teknologi pendidikan dan pendidikan geografi. Saya sangat suka dalam menciptakan karya, baik berupa tulisan maupun media pembelajaran.

0 komentar:

Saya ucapkan terima kasih sudah mengunjungi dan membaca tulisan di website kami. Kami selalu mengharapkan sebuah saran dan kritik yang membangun. Terima kasih.