20 Desember 2016

Unsur – unsur Multimedia Pembelajaran #1: Introduction of a program & Learner Control

Gambar. Multimedia Pembelajaran


Unsur – unsur multimedia memiliki pengertian sederhana yakni bagian – bagian multimedia. Bagian yang dimaksud ialah apa saja isi yang harus ada di dalam sebuah multimedia pembelajaran. Multimedia selain memiliki empat komponen utama, seperti teks, gambar, audio, dan animasi/video, juga memiliki lima unsur diantaranya ialah sebagai berikut.
·           Introduction of a program (pengenalan program)
·           Learner control (kontrol pengguna)
·           Presentation of information (tampilan informasi)
·           Providing help (pemberian bantuan)
·           Ending a program (akhiran program)

Unsur – unsur dalam sebuah multimedia pembelajaran juga perlu dirancang dengan baik, sebab hal tersebut berdampak pada tampilan, fungsi, dan keefektifan suatu multimedia. Unsur – unsur umum yang diperlukan dalam sebuah aplikasi atau software pembelajaran menurut Alessi & Trollip (2001:48) ialah sebagai berikut.
1)        Introduction of a program
             Sebuah aplikasi/software pembelajaran harus memiliki unsur yang berfungsi untuk mengenalkan segala hal tentang aplikasi/software yang telah dibuat. Tiga hal yang relevan untuk mengenalkan aplikasi/software pembelajaran diantaranya ialah:
a)        Title page (halaman judul)
             Semua program multimedia pada praktiknya selalu dimulai dengan halaman judul. Halaman judul akan memberikan beberapa tujuan sebagai berikut (Alessi & Trollip, 2001:49).
(1)           Untuk memberikan informasi kepada pengguna mengenai program apa yang sedang mereka gunakan tersebut.
(2)           Untuk memberikan gambaran umum tentang isi program.
(3)           Untuk menarik perhatian pengguna dan membuat perilaku yang baik.
(4)           Untuk memberikan informasi mengenai nama pembuat atau publisher serta informasi kontaknya.
(5)           Untuk memberikan informasi hak cipta.
(6)           Untuk memberikan kesempatan pengguna keluar dari program ketika diketahui bahwa program tersebut tidak sesuai untuknya.
             Halaman judul sangat diharapkan untuk dapat memasukkan elemen – elemen yang dapat memotivasi pengguna. Akan tetapi judul tetap harus disajikan dengan jelas, pendek, dan langsung pada intinya.
b)        Directions (panduan)
             Panduan merupakan hal yang sangat esensial dalam multimedia. Rekomendasi desain sebuah panduan (direction) ialah sebagai berikut (Alessi & Trollip, 2001:50).
(1)           Tidak mengikutsertakan panduan dasar - dasar pengoperasian komputer, kecuali untuk pengguna baru yang masih awam terhadap komputer.
(2)           Masukkan informasi yang spesifik mengenai cara penggunaan & pengoperasian multimedia tersebut.
(3)           Tidak mengikutsertakan panduan pada awal program untuk panduan yang bersifat prosedural khusus agar tidak pengguna tidak lupa, misalnya panduan untuk mengerjakan tes atau kuis.
(4)           Panduan diusahakan sederhana dan jelas.
(5)           Panduan untuk video, audio, atau animasi seharusnya dibuat singkat serta menyertakan pilihan untuk memberhentikannya (pause), melanjutkan (continue), mengulangi (repeat), dan melompati (skip) informasi tersebut.
(6)           Halaman panduan seharusnya mudah untuk ditutup, serta mudah dan cepat untuk membukanya kembali.
(7)           Panduan seharusnya menekankan pada pengoperasian suatu program, seperti navigasi. Tidak disarankan untuk meletakkan tujuan pembelajaran atau konten materi pada halaman panduan.
c)         User identification (identifikasi pengguna)
             Identifikasi pengguna ditujukan untuk memberi informasi kepada pengguna apakah program sesuai dengan apa yang diinginkan atau dibutuhkan olehnya. Rekomendasi untuk halaman identifikasi pengguna ialah sebagai berikut.
(1)           Halaman identifikasi ini digunakan jika program tersebut ingin digunakan oleh pengguna khusus/ tertentu.
(2)           Tulisan pada halaman identifikasi diusahakan seminimal mungkin.
(3)           Membuat prosedur awal secara jelas dan menghindari panduan yang panjang.
(4)           Mengizinkan pengguna untuk membetulkan identitas mereka jika ada kesalahan penulisan.
(5)           Menyembunyikan informasi pada layar ketika informasi yang sifatnya rahasia dimasukkan (seperti, password).
(6)           Jika program ingin dibuat untuk mendukung pembelajaran kelompok, maka izinkan penggunaan identitas atau ID dalam jumlah yang banyak.
2)        Learner control (kontrol pengguna)
             Rancangan kontrol pengguna sangat bergantung pada metode yang digunakan oleh sebuah program. Rekomendasi umum berdasarkan penelitian dan berbagai pengalaman ialah sebagai berikut (Alessi & Trollip, 2001:52).
a)        Hal yang paling penting dalam membuat kontrol pengguna difokuskan pada urut - urutan program dijalankan (termasuk berpindah halaman ke depan, ke belakang, dan memilih apa yang akan dilakukan selanjutnya) dan kecepatan proses kerja program tersebut.
b)        Mengizinkan pebelajar untuk menutup sementara program, seperti menyediakan unsur minimize atau bookmark dalam program.
c)         Menyediakan pebelajar sebuah kontrol yang konsisten atau tersedia dimanapun halaman dibuka, untuk unsur umum seperti panduan, glosari, dan sebagainya.
d)        Mengizinkan pebelajar untuk menghentikan (pause), melanjutkan (continue), mengulangi (repeat), atau meloncati (skip) ketika terdapat video, audio, atau animasi. Jika video atau informasi lain memiliki durasi lebih dari 10 atau 20 detik, maka perlu disediakan kontrol berupa mempercepat (fast-forward) atau memutar kembali (rewind).
e)        Memberikan kontrol yang lebih banyak untuk penguna orang dewasa daripada anak kecil.
f)         Memberikan kontrol untuk pebelajar berpengalaman (konten/ materi) yang lebih lengkap daripada pebelajar yang kurang berpengalaman.
g)        Membuat kontrol berdasarkan pada konten atau isi materi.

             Unsur selanjutnya ialah presentation of information (tampilan informasi), providing help (pemberian bantuan), dan ending a program (akhiran program). Ketiga unsur multimedia pembelajaran tersebut akan kami sajikan pada artikel selanjutnya agar tulisan yang penuh dengan teori ini tidak terlalu panjang. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Nantikan artikel kami selanjutnya.

Referensi:
Alessi, S.M. & Trollip, S.R. (2001). Multimedia for learning: methods and development (3rd ed.). Needham Heights: Ally & Bacon A Pearson Education Company.



Sebelumnya
Selanjutnya

Saya adalah seorang penggiat di dunia pendidikan. Konsentrasi saya sekarang ialah dalam hal teknologi pendidikan dan pendidikan geografi. Saya sangat suka dalam menciptakan karya, baik berupa tulisan maupun media pembelajaran.

3 komentar:

Saya ucapkan terima kasih sudah mengunjungi dan membaca tulisan di website kami. Kami selalu mengharapkan sebuah saran dan kritik yang membangun. Terima kasih.