23 Juli 2019

Ngobrolin Computer Based Test (CBT) : Layak??

CBT (Computer Based Test) : Worth It??

Evaluasi belajar dapat disusun dalam dua teknik, yaitu Teknik Tes dan Teknik Nontes. Teknik nontes dapat berupa wawancara (interview), kuisioner (questionair), daftar cocok (check list), dan pengamatan (observation). Teknik nontes ini digunakan untuk mengumpulkan data tertentu seperti sikap, pendapat, ataupun pengetahuan. Sedangkan untuk mengukur dan menilai prestasi atau capaian belajar peserta didik menggunakan Teknik tes. Teknik tes tersebut dapat dilakukan ketika program belajar sedang berlangsung (formatif), ataupun ketika program belajar selesai (sumatif).
Tes formatif tersebut dapat dilaksanakan melalui penugasan harian, ulangan harian, ataupun Ujian Tengah Semester (UTS), bergantung situasi di sekolah. Tes sumatif pada umumnya berbentuk Ujian Akhir Semester (UAS). Pelaksanan tes tersebut memang berbeda-beda di setiap satuan pendidikan. Hal tersebut bergantung kepada kebijakan dan kemampuan di setiap satuan pendidikan. Tes tersebut dapat berbasis kertas atau paper based test. Peserta didik perlu alat tulis untuk menyelesaikan soal tes. Selain itu, seiring meningkatnya perkembangan teknologi, saat ini mulai berkembang pesat tes berbasis komputer atau Computer Based Test (CBT). Peserta didik diberikan akun untuk dapat login dan menyelesaikan soal tes.
            Tes berbasis kertas maupun komputer, saat ini memang masih memiliki plus dan minus atau kelebihan dan kekurangannya. Saya akan mencoba memaparkannya lebih lanjut.
Tes Berbasis Kertas
(Paper Based Test)
Tes Berbasis Komputer
(Computer Based Test)
Kelebihan
Kekurangan
Kelebihan
Kekurangan
·     Peserta tes tidak perlu menguasai kemampuan dasar pengoperasian komputer.
·     Pelaksanaan tes lebih cepat, karena peserta dapat langsung tes secara serentak.
·     Hanya memerlukan meja dan ruang yang memadai untuk melaksanakan tes.
·   Penggunaan kertas yang terlalu banyak, untuk saat ini sangat tidak efisien.
·   Memerlukan ruang lebih untuk menyimpan naskah soal tes serta lembar jawaban.
·   Memerlukan waktu untuk melakukan penggandaan soal.
·   Memerlukan waktu untuk pengoreksian soal, walau menggunakan alat scan sekalipun.
·   Pengorganisasian tes lebih mudah, dikarenakan menggunakan sistem komputer.
·   Tidak perlu mengoreksi secara manual, sehingga hasilnya dapat keluar sesaat setelah peserta menyelesaikan tes.
·   Mengurangi penggunaan kertas yang tidak lagi efisien.
·   Tidak memerlukan ruang tambahan untuk menyimpan naskah soal maupun lembar jawaban.

·    Memerlukan sejumlah perangkat komputer yang memadai, baik komputer server maupun client.
·    Memerlukan perangkat elektronik yang dapat membuat jaringan komputer, baik melalui kabel ataupun nirkabel.
·    Pelaksanaan tes mengandalkan energi listrik secara penuh, sehingga ketika listrik padam, pelaksanaan tes juga ikut terhenti.
·    Pelaksanaan tes lebih lama karena harus disesuaikan antara jumlah peserta dan jumlah komputer yang tersedia, sehingga perlu adanya penjadwalan waktu pelaksanaan tes.
Barangkali itu dulu yang dapat saya paparkan kepada Anda semua mengenai kelebihan dan kekurangan antara tes berbasis kertas (paper based test) dan tes berbasis komputer (computer based test). Jika ada yang kurang ataupun kurang tepat, dapat langsung berikan tanggapannya.
            Pada dasarnya keduanya hanyalah salah satu media untuk melaksanakan tes saja, akan tetapi saya merasakan sendiri bagaimana kemudahan penggunaan tes berbasis komputer untuk melaksanakan evaluasi belajar siswa. Tes berbasis kertas memang bukan suatu hal yang buruk atau ketinggalan zaman, toh saat ini kertas juga masih besar penggunaannya di seluruh dunia. Walau saat ini memang sedang digaungkan untuk pengurangan penggunaan kertas atau paperless, karena seperti yang kita tahu bahan baku kertas itu adalah kayu. Jadi semakin banyak kertas yang dipakai artinya semakin banyak pula kayu yang ditebang. Pada akhirnya, hal tersebut diduga dapat meningkatkan kerusakan alam karena makin banyaknya kayu yang ditebang. Pada poin inilah, mengapa tes berbasis komputer (CBT) menjadi sangat relevan untuk dipakai selain karena kemudahannya.
            Di sisi lain, penggunaan perangkat komputer untuk pelaksanaan tes juga memerlukan piranti yang memadai dan asupan daya listrik yang cukup besar juga. Jika kertas tadi, isu yang diangkat adalah alam, maka penggunaan komputer isunya ialah tentang energi. Keduanya sama saja jika dipikir-pikir. Energi juga diambil dari alam. Jadi untuk saat ini, pilihan yang paling bijak ialah memilih mana yang lebih efisien dan paling sedikit menimbulkan dampak. Jika berdasarkan itu, saya rasa penggunaan komputer yang lebih sedikit menimbulkan dampak. Toh.. energi listrik dapat dibangkitkan melalui panel surya atau bahkan nuklir barangkali.
            Jadi, kesimpulan dari artikel yang “ngalor ngidul” ini adalah sangat relevan sekali bagi kita untuk berupaya beralih dari tes berbasis kertas (paper based test) ke tes berbasis komputer (computer based test). Sekali lagi, kemudahannya sangat meringankan tugas kita sebagai guru untuk melakukan koreksi jawaban peserta didik. Mungkin yang perlu dipikirkan ialah bagaimana caranya untuk menulis format soal plus kunci jawabannya agar dapat dibaca sistem aplikasi Computer Based Test (CBT) dan dapat terunggah ke sistemnya secara sempurna. Saya pikir hal itu bisa sangat mudah dipelajari. Kemudian selain itu perlu dipikirkan juga mau diletakkan dimana aplikasi Computer Based Test (CBT)-nya, mau diletakkan secara online melalui webhosting atau hanya di server lokal saja. Sekedar saran saja, selain murah, untuk keamanan dan kemudahan akses data memang lebih enak diletakkan di server lokal. Jika menginginkan online, maka harus siap pendanaan untuk menyewa webhosting setiap tahunnya.


Foto Pelaksanaan UTS dan UAS menggunakan Computer Based Test (CBT)

            Saya bagikan pengalaman saya yang sangat sedikit tentang pelaksanaan tes menggunakan Computer Based Test (CBT). Saya menerapkan tes berbasis komputer di sekolah awalnya karena sebuah ide untuk penggunaan atau pelibatan IT (Information Technology) dalam pelaksanaan olimpiade Matematika dan IPA untuk sebuah event perlombaan untuk tingkat pelajar SD/MI yang dilaksanakan oleh sekolah. Saya coba pasang/ install di laboratorium komputer di sekolah, saya lakukan beberapa pengaturan agar sesuai dengan kebutuhan, akhirnya sistem Computer Based Test (CBT) berhasil berjalan di semua komputer client. Kendalanya ialah kesulitan sewaktu melakukan pengaturan baik di komputer server dan client yakni, agar sistem Computer Based Test (CBT) yang terpasang di komputer server dapat terbaca secara baik di komputer client (komputer yang akan digunakan peserta untuk tes). Mohon maklum kawan, baru belajar tentang jaringan komputer saat itu. Untuk uji coba, saya terapkan Ujian Tengah Semester dan Ujian Akhir Semester menggunakan Computer Based Test (CBT). Alhasil, kinerja dari Computer Based Test (CBT) untuk melakukan evaluasi belajar bagi saya sangat memuaskan dan memudahkan. Kemudian ketika Olimpiade Matematika dan IPA, sistem Computer Based Test (CBT) juga berjalan lancar tanpa ada lag atau macet. Selain itu, untuk keperluan transparansi lomba maka kami memasang layar di depan laboratorium komputer. Layar tersebut menampilkan nilai peserta olimpiade yang sedang mengerjakan soal di dalam ruangan. Oleh sebab itu, setiap pergerakan nilai serta naik turunnya peringkat akan langsung terlihat oleh guru pembimbing, sehingga pelaksanaan lomba menjadi lebih seru dan menegangkan. Jika saya melihat dari pelaksanaan dua kegiatan tersebut, saya meyakini bahwa penggunaan Computer Based Test (CBT) untuk pelaksanaan tes bukan sesuatu yang sulit sekali. Berdasarkan pengalaman saya, peserta didik dapat langsung mengoperasikannya dan tahu bagaimana cara mengerjakan soal di dalam aplikasi Computer Based Test (CBT). Sekali lagi saya mengatakan bahwa kinerja Computer Based Test (CBT) untuk menunjang evaluasi belajar peserta didik ialah sangat memuaskan dan sangat memudahkan.
            Terakhir untuk menutup artikel ini, saya ingin mengajak rekan-rekan semua untuk berupaya menghadirkan sistem Computer Based Test (CBT) ke dalam sekolah atau instansi rekan-rekan semua. Hal tersebut tentu sebagai upaya untuk mengoptimalkan teknologi, terutama di bidang pendidikan. Selain itu, semakin banyak yang memakai Computer Based Test (CBT) maka akan semakin banyak pengembangan sistem serupa sehingga akan meningkatkan pula performa serta fitur yang ada dalam sistem Computer Based Test (CBT). Semakin banyak pengembangan sistem Computer Based Test (CBT), maka semakin besar pula kemungkinan sistem tersebut akan semakin mudah, murah, atau bahkan gratis sehingga kita semua dapat merasakan manfaatnya. Itu saja rekan-rekan semoga ada manfaatnya, Maju terus Teknologi dalam Pendidikan!!

Sebelumnya
Selanjutnya

Saya adalah seorang penggiat di dunia pendidikan. Konsentrasi saya sekarang ialah dalam hal teknologi pendidikan dan pendidikan geografi. Saya sangat suka dalam menciptakan karya, baik berupa tulisan maupun media pembelajaran.

4 komentar:

  1. Kalau pakai localhost bisa dipakai buat berapa client?

    BalasHapus
  2. Setahu ane bisa 100an gan. Tapi tergantung sama spesifikasi komputer server agan juga.

    BalasHapus
  3. Apakah bisa mencoba demonya seperti apa programnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kami tidak berani menyediakan demo. Untuk alternatifnya, coba telusuri di Internet, ada berbagai jenis program untuk CBT yang bisa dipilih.

      Hapus

Saya ucapkan terima kasih sudah mengunjungi dan membaca tulisan di website kami. Kami selalu mengharapkan sebuah saran dan kritik yang membangun. Terima kasih.