18 September 2020

Desain Pembelajaran Di E-Learning : Teori 9 Gagne Events of Instruction (Bagian 2)

Gambar. E-Learning

Teori Belajar
Pengembangan konten e-learning juga perlu memerhatikan beberapa teori belajar, agar peserta didik dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran secara efektif, sebagaimana yang dilakukan pada pembelajaran secara umum di kelas. Pada kesempatan ini mari kita bedah, apa saja teori-teori belajar yang perlu kita ketahui sebelum mengembangkan dan menyusun konten pada e-learning.

Jika pada artikel sebelumnya kita membahas tentang teori Taksonomi Bloom, maka pada kesempatan ini kita akan membahas tentang teori 9 Gagne Events of Instruction. Teori tersebut pertama kali dicetuskan oleh Robert Mills Gagne, yang merupakan seorang psikologi pendidikan berkebangsaan Amerika Serikat. Teori tersebut merupakan sebuah teori psikologi tingkah laku (stimulus & respon). 

Gambar. Infografis 9 Gagne Events of Instruction

Menurut Gagne, belajar merupakan proses yang memungkinkan bagi seseorang untuk dapat mengubah tingkah laku secara permanen. Secara khusus, teori 9 Gagne Events of Instruction ini telah menjadi panduan bagi para pengembang konten e-learning. Sembilan poin atau tahap dalam teori tersebut disampaikan sebagai berikut :
  1. Gain Attention, yakni stimulus yang dilakukan untuk menarik perhatian peserta didik. Stimulus tersebut dapat berupa penyampaian fakta-fakta, pemberian pertanyaan yang bersifat retorikal, pemberian animasi dan musik pada media pembelajaran, dan lain sebagainya. Pada proses ini, sebisa mungkin seorang guru atau fasilitator dapat menarik perhatian dan menumbuhkan rasa keingintahuan peserta didik sehingga mereka dapat termotivasi untuk belajar.
  2. Inform Learners of Objective, yakni pemberian informasi kepada peserta didik tentang tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Tujuan pembelajaran tersebut harus disampaikan diawal sebelum penyampaian materi. Tujuan pembelajaran juga perlu ditulis secara jelas, spesifik, terukur, serta menggunakan kalimat yang mudah dimengerti. Peserta didik perlu mengetahui apa saja yang akan dilalui ketika mengikuti pembelajaran serta apa yang akan peserta didik dapat kuasai setelah mengikuti pembelajaran.
  3. Stimulate Recall of Prior Learning, yakni menghubungkan materi baru dengan materi yang sudah dipelajari dalam sebuah proses belajar. Pada proses ini peserta didik akan terangsang untuk mengonstruksi pengetahuan atau pemahaman mereka pada materi yang disampaikan sebelumnya dengan materi yang baru disampaikan. Bentuk kegiatan yang dapat dilakukan ialah memberikan pertanyaan secara langsung maupun dalam bentuk kuis tentang materi yang telah diperoleh sebelumnya.
  4. Present of Content, yakni pengorganisasian materi berupa memilah atau membagi beberapa materi agar penyampaiannya dapat dilakukan secara runtut. Jika materi yang akan disampaikan berupa proses, maka sampaikan dari awal proses hingga akhir. Jika materinya berupa konsep, maka sampaikan mulai dari yang umum hingga yang spesifik.
  5. Provide Learning Guidance, yakni pemberian petunjuk belajar yang berguna untuk memandu peserta didik agar dapat memahami materi dengan mudah. Bentuk dari proses ini dapat berupa pemberian instruksi kepada peserta didik tentang apa yang harus dilakukan oleh peserta didik agar dapat mudah memahami materi yang disampaikan, selain itu panduan belajar tersebut dapat berupa penyajian ilustrasi, studi kasus, smart graphic, dan seterusnya yang berguna untuk memudahkan peserta didik memahami materi secara lebih baik.
  6. Elicit Performance/Practice, yakni memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk dapat mempraktikan sesuatu hal yang telah mereka peroleh dan kuasai. Kegiatan yang dapat dilakukan berupa pelaksanaan diskusi untuk pemecahan studi kasus, pemberian kuis atau pertanyaan-pertanyaan, atau bahkan penugasan dalam bentuk project (proyek) kepada peserta didik, dan kegiatan-kegiatan yang relevan untuk melatih serta mengasah kemampuan mereka.
  7. Provide Feedback, yakni memberikan umpan balik tentang kinerja atau hasil belajar peserta didik. Umpan balik yang diberikan haruslah bersifat konstruktif atau membangun. Pada pemberian umpan balik tersebut, hindari penggunaan kalimat negatif terlebih jika peserta didik tidak memberikan jawaban yang sesuai (salah). Umpan balik harus diberikan secara baik untuk membangun motivasi belajar peserta didik.
  8. Asses Performance, yakni mengukur terhadap sejauh mana peserta didik menguasai materi yang disampaikan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Pada proses ini peserta didik diuji apakah sudah mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan ataukah belum. 
  9. Enhance Retention & Transfer to The Job, yakni pemberian pembekalan kepada peserta didik tentang penerapan materi yang disampaikan pada kehidupan sehari-hari. Kegiatan yang dapat dilakukan dapat berupa pemberian penugasan yang dapat diaplikasikan pada kehidupan atau pekerjaan mereka sehari-hari. Penugasan tersebut haruslah bersifat aplikatif dan memungkinkan untuk dilakukan pada keseharian peserta didik.
Melalui teori 9 Gagne Events of Instruction, para pengembang konten e-learning dapat dengan mudah menentukan aspek pembelajaran apa saja yang perlu disajikan. Kesembilan poin atau tahapan aspek pembelajaran yang dikemukakan oleh Gagne tersebut memberikan panduan secara runtut, perihal bagaimana penyajian materi atau konten dalam sebuah e-learning secara baik dan benar menurut kaidah keilmuan pendidikan. Harapan terbesarnya ialah peserta didik dapat terfasilitasi belajarnya dengan baik serta mereka dapat memperoleh hasil belajar yang baik pula. 

Baiklah rekan-rekan, untuk bagian kedua dari materi desain pembelajaran di e-learning ini kita cukupkan pada teori 9 Gagne Events of Instruction. Untuk materi selanjutnya, kita akan tetap membahas teori belajar lagi yang sangat berguna dan sebagai dasar bagi pengembangan konten e-learning kita. Semoga bermanfaat dan tunggu ulasan materi berikutnya ya !!

Sebelumnya
Selanjutnya

Saya adalah seorang penggiat di dunia pendidikan. Konsentrasi saya sekarang ialah dalam hal teknologi pendidikan dan pendidikan geografi. Saya sangat suka dalam menciptakan karya, baik berupa tulisan maupun media pembelajaran.

0 komentar:

Saya ucapkan terima kasih sudah mengunjungi dan membaca tulisan di website kami. Kami selalu mengharapkan sebuah saran dan kritik yang membangun. Terima kasih.