11 Oktober 2020

Desain Pembelajaran Di E-Learning : Tahap Analisis (Bagian 5)

Gambar. E-Learning

Pengembangan Materi Pembelajaran

Materi atau konten pembelajaran yang akan disajikan dalam e-learning atau media-media yang lain juga perlu dilakukan pengembangan. Hal tersebut juga dilakukan guna mendukung sebuah pembelajaran yang efektif dan bermakna. Terdapat beberapa hal yang perlu dilakukan berkaitan dengan kegiatan pengembangan materi pembelajaran, diantaranya ialah sebagai berikut :
  • Melaksanakan Tahap Analisis
  • Merancang Tujuan Pembelajaran & Kuis
  • Menyusun Storyboard

Tahap Analisis

Pada model desain pembelajaran, kita telah memahami bahwa terdapat tahap Analisis pada setiap model. Pada tahap tersebut, kita sebagai pengembang e-learning wajib memahami secara penuh apa saja yang perlu dilakukan pada tahap tersebut. Sebagaimana yang kita ketahui semua, tahap analisis adalah tahap yang paling awal untuk menentukan e-learning seperti apa yang perlu dibuat dan dikembangkan. Terdapat beberapa analisis yang dapat dilakukan, diantaranya ialah sebagai berikut :

Gambar. Tahap Penting Analisis
(Sumber : freepik.com)

1. Need Analysis (Analisis Kebutuhan)
Analisis kebutuhan perlu dilakukan guna untuk memahami serta memperoleh data tentang kursus atau pelatihan apa yang dibutuhkan oleh para peserta didik. Selain itu, pada tingkatan analisis ini, juga menentukan gaya belajar dan juga karakter seperti apa yang dimiliki oleh peserta didik. Hal-hal tersebut perlu diketahui dan dipahami, sebab akan menentukan proses analisis berikutnya dalam pengembangan e-learning. Untuk dapat melaksanakan analisis ini kita dapat menggali informasi melalui kegiatan wawancara ataupun pemberian angket (kuesioner) kepada pihak-pihak berikut :
  • Guru, kepala sekolah, atau pemangku kepentingan/kebijakan.
  • Peserta didik.
  • Pihak yang terkait lainnya.
Selain kegiatan wawancara atau pemberian angket (kuesioner), kita juga perlu melakukan observasi pembelajaran atau observasi lapangan secara langsung. Kegiatan tersebut berfungsi untuk melihat serta menilai cara belajar peserta didik yang selama ini telah berlangsung. 

2. Audience Analysis (Analisis Audien)
Analisis audien atau peserta didik juga dapat untuk dilaksanakan sebagai upaya untuk mengetahui bagaimana karakteristik calon audien atau peserta didik yang akan menerima materi pembelajaran. Hasil dari analisis ini juga akan mempermudah seorang perancang pembelajaran (instructional designer) untuk mencari cara paling efektif untuk menyampaikan materi kepada peserta didik.
Beberapa hal yang perlu diidentifikasi dari peserta didik, diantaranya ialah sebagai berikut :
  • Demografi, meliputi jenis kelamin peserta didik dan rentang usia.
  • Karakteristik Kognitif, meliputi tingkat pendidikan, bahasa yang digunakan, pengetahuan sebelumnya, kemampuan komputer, kebiasaan cara atau gaya belajar.
  • Karakteristik Kerja, meliputi peran pekerjaan, tanggung jawab pekerjaan, dan jadwal kerja. Pada bagian identifikasi ini dapat dilakukan jika peserta pembelajaran atau pelatihan merupakan seorang pekerja atau karyawan sebuah lembaga atau perusahaan.
  • Karakteristik Afektif dan Sosial, meliputi minat, sikap, apa yang membuat mereka tertawa, dan apa yang diremehkan, dan hal-hal lain yang dapat berpengaruh terhadap strategi dan pendekataan yang akan digunakan dalam pembelajaran.
Analisis tersebut perlu dilaksanakan dengan strategi tertentu agar ketika pelaksanaannya tidak mengalami kesulitan atau kendala. Strategi yang dapat dilakukan ialah melakukan pengumpulan data baik wawancara maupun angket (kuesioner) menggunakan sample yang representatif. Kita dapat menggunakan beberapa jenis teknik sampling yang tentu disesuaikan dengan situasi yang ada di lapangan. Kita juga perlu memperkuat data tersebut melalui kegiatan observasi lapangan secara langsung.

3. Task Analysis (Analisis Tugas)
Analisis ini lebih menitikberatkan kepada analisis terhadap peran pekerjaan calon penerima pembelajaran atau pelatihan. Analisis ini biasanya dilaksanakan ketika pembelajaran atau pelatihan yang akan dilaksanakan ialah untuk pekerja atau karyawan sebuah perusahaan. Pada proses analisis ini, kita perlu menggali informasi dan pengumpulan data tentang hal berikut ini :
  • Deskripsi tugas
  • Kepentingan tugas
  • Frekuensi tugas
  • Peralatan yang diperlukan
  • Lingkungan kerja
Proses pengumpulan data dapat menggunakan metode wawancara atau angket (kuesioner) kepada para calon peserta didik atau peserta pelatihan yang ahli dalam melakukan tugas serta beberapa pihak yang menjadi pengawas mereka. Selain itu, perlu juga melakukan pengamatan terhadap individu yang terampil dalam melaksanakan tugas, melakukan dokumentasi, mengumpulkan materi lain yang relevan, serta melakukan pemantuan atau monitoring, serta melakukan penelitian di lapangan.

4. Instructional Analysis (Analisis Pembelajaran)
Analisis ini disebut juga sebagai analisis instruksional atau analisis performa (performance analysis). Pada analisis ini akan diidentifikasi kesenjangan performa atau kemampuan yang harus diatasi. Pada analisis ini juga mencakup apa saja yang akan dilaksanakan guna mencapai tujuan pembelajaran. Beberapa hal yang harus dilakukan dalam analisis ini ialah sebagai berikut :
  • Menganalisis konten lain yang relevan
  • Mewawancari para Ahli Materi atau Subject Matter Expert.
  • Membuat Focus Group Discussion.
  • Mengobservasi keterampilan yang akan diberikan.

5. Environment Analysis (Analisis Lingkungan)
Pada analisis ini lebih fokus terhadap pengamatan dan identifikasi lingkungan pembelajaran. Walaupun sebenarnya anlisis ini tidak banyak digunakan, sebab hanya digunakan untuk pemantauan atau observasi saja tanpa perlu melaksanakan proses wawancara atau pemberian angket (kuesioner) terhadap narasumber.  Hal-hal yang perlu diamati ialah kebiasaan-kebiasaan peserta didik ketika berada di lingkungan sekolah, atau kebiasaan karyawan atau pekerja ketika berada di lingkungan kerja jika audien pelatihannya pada dunia kerja.

6. Technical Analysis (Analisis Teknik)
Analisis ini menitikberatkan kepada proses analisis teknologi apa yang perlu digunakan dalam pengembangan pembelajaran dalam e-learning. Hal-hal yang perlu dilakukan dalam analisis ini ialah sebagai berikut :
  • Mengidentifikasi kebutuhan perangkat keras dan perangkat lunak yang harus digunakan.
  • Memeriksa bagaimana sistem operasi bekerja.
  • Memeriksa ketersediaan akses internet.
  • Mengidentifikasi kebutuhan persyaratan sistem manajemen pembelajaran.
Proses pengumpulan data dilakukan dengan cara berdiskusi dengan ahli IT. Pada proses ini seorang perancang pembelajaran biasanya tidak dilibatkan, sehingga cukup diwakili oleh tim IT atau ahli IT tersebut.

Seluruh analisis tersebut dapat diupayakan untuk dapat dilaksanakan dengan harapan agar materi atau konten yang ada pada e-learning sesuai dengan kebutuhan para peserta didik, memenuhi harapan semua pihak, serta mencapai tujuan pembelajaran yang ditentukan. Proses analisis-analisis tersebut cukup penting untuk dilaksanakan sebagai proses yang mengawali keseluruhan tahapan pengembangan e-learning, sehingga jangan sampai terlewatkan. Oke rekan-rekan, cukup sekian pembahasan tentang proses analisis pada pengembangan materi atau konten e-learning kali ini, kita lanjutkan lagi di artikel berikutnya. Terima kasih.



Sebelumnya
Selanjutnya

Saya adalah seorang penggiat di dunia pendidikan. Konsentrasi saya sekarang ialah dalam hal teknologi pendidikan dan pendidikan geografi. Saya sangat suka dalam menciptakan karya, baik berupa tulisan maupun media pembelajaran.

0 komentar:

Saya ucapkan terima kasih sudah mengunjungi dan membaca tulisan di website kami. Kami selalu mengharapkan sebuah saran dan kritik yang membangun. Terima kasih.